Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia.

Selasa, 13 November 2018

SOLIDARITAS BENCANA ALAM

Mengapa harus tunggu bencana  ??
Baru kita percaya kebesaran Tuhan...

Mengapa harus tunggu bencana ??
Tentara datang untuk kemanusiaan ...

Mengapa gak setiap hari ??
Berbuat seperti ini ...

Mengapa harus tunggu bencana ??
Kita rela sisihkan harta untuk sesama ...

Mengapa harus tunggu bencana ??
Baru kita bersahabat dengan alam ...

Mengapa nggak setiap hari ??
Berbuat seperti ini ...

Aku menangis lihat hari ini ....
Tapi tersenyum tatap masa depan ....
Share:

Dahsyatnya Sabar, Syukur, dan Ikhlas

Dahsyatnya Sabar, Syukur, dan Ikhlas

Semua orang pasti mengharapkan kesuksesan dan kebahagiaan. Namun, pada kenyataannya tidak semua orang bisa menggapai hidup sukses dan bahagia. Hal ini dikarenakan banyak orang yang salah dalam menempuh jalan menuju hidup sukses dan bahagia tersebut.

Buku Dahsyatnya Sabar, Syukur, & Ikhlas ini berusaha mengungkap tiga kunci utama untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Tiga kunci tersebut adalah sabar, syukur, dan ikhlas. Bersyukur, bersabar, dan ikhlas merupakan salah satu di antara sekian banyak kunci keberhasilan hidup orang beriman, baik di dunia maupun di akhirat.

Syukur dan sabar merupakan dua kata yang akan selalu berjalan mengikuti rumus kehidupan. Ia adalah kunci kebahagiaan. Karena setiap insan di bumi ini pasti pernah mengalami suka dan duka. Tak ada manusia yang hidupnya selalu suka, senang dan nyaman.  Pasti di tengah-tengah kenikmatan yang diberikan Allah kepada mereka ada ujian dan cobaan. Di sinilah rasa syukur dan sabar yang diiringi dengan ketulusan sangat diperlukan. Syukur ada untuk mengiringi kesenangan. Demikian juga sabar hadir untuk mengimbangi ujian dan cobaan.

Syukur yang dimaksud di sini bukan hanya dengan mengucapkan alhamdulillah. Tapi lebih kepada bagaimana memanfaatkan kenikmatan yang telah dianugerahkan Allah SWT untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada-Nya. Demikian halnya dengan sabar, yang maknanya tidak hanya berdiam diri dan tidak berusaha untuk keluar dari ujian dan cobaan yang menimpa. Tapi, sabar bermakna menerima apa yang telah ditimpakan kepada seseorang seperti musibah, dengan catatan tetap berusaha untuk senantiasa bangkit dan menyelesaikan persoalan yang ada.

Buku ini juga menghadirkan beberapa kisah orang-orang sukses dan bahagia karena kesyukuran dan kesabarannya. Hal ini dimaksudkan untuk menguatkan kita bahwa syukur dan sabar benar-benar mampu mengantarkan seseorang menuju kebagagiaan dan kesuksesan. Salah satunya adalah kisah sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam mendakwakan Islam di tengah-tengah kerasnya masyarakat Quraisy di jazirah Arab. Meskipun tantangan, ancaman, pengusiran, bahkan percobaan pembunuhan, sudah berkali-kali dirasakannya ketika berdakwah selama 13 tahun di Makkah, akhirnya Allah SWT memenangkan Islam karena buah kesabaran dan keikhlasan beliau serta para sahabatnya dalam berdakwah (halaman 19).

Imam Ahmad bin Hambal pernah mengatakan bahwa di dalam surga hanya ada dua kelompok manusia, yaitu manusia yang bersyukur dan manusia yang bersabar (halaman 18). Untuk itulah, Imam ahmad juga menegaskan bahwa di dalam al-Quran kata sabar disebutkan lebih dari 90 kali. Sabar adalah bagian iman, sebagaimana kedudukan kepala bagi jasad. Sebab, orang yang tidak punya kesabaran dalam menjalankan ketaatan, menjauhi maksiat, dan menghadapi takdir Allah SWT yang buruk, maka ia banyak kehilangan bagian keimanan (halaman 21).

Agar senantiasa mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan hidup, tentunya rasa syukur dan sabar tersebut harus benar-benar dilakukan dengan penuh ikhlas.  Ikhlas merupakan kolaborasi ketundukan pada hati dan pikiran yang disemayamkan di alam bawah sadar seseorang, serta dijelmakan dalam perkataan dan amal perbuatan. Pada hakikatnya, ikhlas itu mencakup dua hal, yakni menyertakan niat dan membebaskan diri dari segala bentuk noda (halaman 143).

Orang yang ikhlas akan senantiasa merasa tentram, penuh kedamaian, dadanya penuh kelapangan, dan hatinya merasa tenang. Sebab, ia selalu didorong untuk memurnikan segala amalnya dengan tujuan untuk menggapai ridha Allah SWT. Dengan demikian, ikhlas merupakan kunci  pertama pembuka kesuksesan dan kebahagiaan seseorang. Sebagai bukti, kisah orang-orang yang terjebak dalam gua. Saat itu, mereka memhon dengan cara ber-tawassul atas beberapa amalan yang dilakukan dengan ikhlas berupa birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua), wafa’terhadap pegawai, dan pengendalian syahwat yang luar biasa. Ternyata mereka bisa sukses dan berhasil keluar dari gua tersebut berkat keikhlasan (halaman 135).

Kisah keikhlasan lain yang patut kita teladani adalah keikhlasan Khalid bin Walid sebagai komandan perang. Saat menjelang perang Yarmuk, ia mendapat surat dari Khalifah Umar bin Khattab, yang berisikan tentang pencopotan jabatan panglima perang yang sedang disandangnya, dan digantikan oleh Abu Ubaidah bin Jarrah, yang tidak lain adalah bawahan Khalid bin Walid.

Khalid bin Walid menerima pencopotan tersebut dengan penuh kesatria dan keikhlasan. Bahkan, sedikitpun tidak terlihat rasa kecewa dan emosi pada wajahnya. Saat itu, ia berkata, “aku tidak berperang untuk Umar. Tetapi, aku berperang untuk Tuhannya Umar”. Beberapa saat kemudian, Khalid bin Walid mendatangi Abu Ubaidah untuk menyerahkan kendali kepemimpinannya. Uniknya, di bawah komando mantan anak buahnya tersebut, Khalid tetap berperang dengan penuh semangat dan kesungguhan (halaman 164).

Pada intinya, buku setebal 188 halaman ini mengajak kita semua untuk menggapai kesuksesan dan kebahagiaan dengan syukur, sabar, dan ikhlas. Karena ketiganya merupakan kunci kesuksesan dan kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia dan di akhirat. Untuk itu, bagi kita yang menginginkan kesuksesan dan kebahagian, maka buku ini menjadi salah satu bahan bacaan penting untuk ditelaah dan diamalkan isinya.
Share:

Sabtu, 10 November 2018

Operator Sekolah juga Pahlawan Data

“OPS tinggal nunggu ANU……..
PAHLAWAN YANG TAK DIANGGAP”. Itulah sebuah tulisan dari seseorang bernama “ME” pada sebuah grup di salah satu media sosial yang sempat kubaca, dan status tersebut mendapat komentar dari “mungkin” OPS lain. EK : Nasib OPS di negeri ini sama saja. NA : tetap berjuang….sampai pada tuntutan : HARGAI ATAU BOIKOT DATA !!!

Sebagai operator sekolah dadakan, tentunya aku merasakan bagaimana getirnya mengemban tugas sebagai operator sekolah. Kenapa kubilang aku adalah operator sekolah dadakan, karena kemungkinan aku adalah satu-satunya guru Pendidikan Agama Islam dari instansi Kementerian Agama yang diberi tugas oleh kepala sekolah untuk menjadi operator sekolah pada sekolah dasar di bawah naungan Kemendikbud. Alasannya apalagi kalau bukan karena guru-guru di sekolahku masih gaptek, disamping itu usia mereka yang tergolong sudah tidak muda lagi menjadi pemicu malas bergaul dengan internet bahkan angkat tangan.

Sebenarnya kepala sekolah bisa saja mencari tenaga honor untuk diperbantukan menjadi operator sekolah, namun karena aku bersedia menjadi operator sekolah, jadi sekolah tidak memerlukan tenaga dari luar.

Seiring berjalannya tugas menjadi OPS, banyak hal-hal yang kutemukan, suka duka menjadi operator sekolah mulai kurasakan. Setiap ada program baru dari kemendiknas, aku selalu diikutkan dalam pelatihan dan sosialisasi, dari mulai Padamu Negeri, Dapodikdas, bahkan ternyata tugas akan bertambah, yaitu pengisian data sasaran kerja pegawai (SKP), dan pelaporan dana BOS online. Di samping itu, aku bertemu dengan wajah-wajah muda operator sekolah yang rata-rata mereka pegawai honor, usia mereka jauh dibelakangku, bahkan banyak yang masih kuliah. Jadi aku OPS tertua diantara mereka.

Upah yang minim menyebabkan OPS berteriak histeris karena tidak sepadan dengan apa yang dikerjakan. Kalau hanya sekedar input data mungki bisa diperbaiki, tetapi bagaimana jika proses pengiriman data dengan cara sinkronisasi mengalami kendala, walaupun sudah dilakukan dengan berbagai macam cara tetap saja gagal, gagal dan gagal lagi. Semua itu membuat operator sekolah garu-garuk kepala meskipun tidak gatal, akhirnya untuk mencari celah-celah agar bisa masuk server pusat, begadang pun dilakukan OPS.

Namun, sangat disayangkan, kebanyakan guru tidak memahami dan bahkan tidak mau mengerti bagaimana susahnya menjadi OPS. Orientasi mereka hanya pada “uang sertifikasi keluar”, kalau tidak, maka OPS lah yang menjadi sasaran emosi, alhasil umpatan dan cacian pun tidak luput OPS dapatkan.

Upah Rp. 300.000,- / triwulan, itulah yang aku terima selama menjadi OPS, dan itupun disisihkan dari dana BOS yang notabene untuk biaya internet. Jadi tidak ada nggaran khusus untuk menggaji OPS.

Kalau dihitung-hitung jumlah Rp. 300.000,- habis hanya untuk membeli kouta internet bahkan aku sering mengeluarkan uang pribadi buat menutupi kekurangannya. Dan aku yakin apa yang kualami tidak jauh berbeda dengan OPS-OPS lain, bahkan dari informasi yang kudapatkan tidak sedikit OPS yang menggunakan laptop pribadi dan membeli modem sendiri.

Sungguh ironis, hidup mati sekolah ada di tangan operator sekolah, namun sangat miris karena sepertinya OPS terpinggirkan dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah dengan minimnya upah mereka.

Bagiku seorang Aparatur Sipil Negara, tidak ada kesulitan yang berarti dalam pengisian maupun pengiriman data. Bahkan upah yang minim pun tidak aku pikirkan, hanya satu tujuanku yaitu ikhlas dan tulus membantu guru-guru di sekolah tersebut, agar administrasi sekolah dan guru dapat berjalan dengan lancar dan tanpa ada masalah.

Namun, bagaimana dengan OPS honor, apakah pengorbanan mereka hanya dihargai dengan Rp. 300.000,- / triwulan. Tentunya mereka tidak dapat disamakan denga seorang PNS yang merangkap OPS seperti aku. Karena walaupun honor mereka juga punya tugas dan kewajiban yang sama.

Di sisi lain, menjadi OPS tidak hanya persoalan materi, tetapi lebih dari itu, yaitu beban mental, yah….beban mental, itulah yang sampai saat ini menjadi pertimbanganku untuk mengundurkan diri menjadi OPS.


#Selamat Hari Pahlawan 10 Nopember 2018
Share:

Jumat, 09 November 2018

Profil Sekolah

                             Profil Sekolah                               
                               
1. Identitas Sekolah                               
1    Nama Sekolah    :    SD NEGERI BENCE 03                   
2    NPSN    :    20521383                   
3    Jenjang Pendidikan    :    SD                   
4    Status Sekolah    :     Negeri                   
5    Alamat Sekolah    :    Jl Poros Bence - Tunjung                   
    RT / RW    :    3    /    19           
    Kode Pos    :    67358                   
    Kelurahan    :    Bence                   
    Kecamatan    :    Kec. Kedungjajang                   
    Kabupaten/Kota    :    Kab. Lumajang                   
    Provinsi    :    Prov. Jawa Timur                   
    Negara    :     Indonesia                                        
6    Posisi Geografis    :    -8,044            Lintang       
            113,2121            Bujur       
3. Data Pelengkap                               
7    SK Pendirian Sekolah    :                       
8    Tanggal SK Pendirian    :     1986-01-07                   
9    Status Kepemilikan    :    Pemerintah Daerah                   
10    SK Izin Operasional    :                       
11    Tgl SK Izin Operasional    :    1980-01-01                   
12    Kebutuhan Khusus Dilayani    :                       
13    Nomor Rekening    :    1063000911                   
14    Nama Bank    :    BANK JATIM                   
15    Cabang KCP/Unit    :    LUMAJANG                   
16    Rekening Atas Nama    :    SD NEGERI BENCE 03                   
17    MBS    :    Ya                   
18    Luas Tanah Milik (m2)    :    1904                   
19    Luas Tanah Bukan Milik (m2)    :    0                   
20    Nama Wajib Pajak    :  SDN Bence 03                     
21    NPWP    :    003922747625000   
Share:

Visi dan Misi

Visi Sekolah :
“Menjadi penyelenggara pendidikan dasar pencetak siswa cerdas, berprestasi, trampil dan taqwa”

Misi Sekolah :
a.Meningkatkan disiplin warga sekolah
b.menciptakan suasana kekeluargaan
c.Meningkatkan kegiatan pembelajaran dan bimbingan yang efektif, kreatif, inovatif dan menyenangkan
d.mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, kesenian, dan kepramukaan
e.Menumbuhkan aktifitas siswa yang berbudi luhur
f.Membiasakan hidup 5K yaitu :
-Kebersihan,
-Keindahan,
-Ketertiban, 
-Keamanan dan
-Kekeluargaan
g.Membiasakan hidup 5M yaitu :
-Salam, 
-Sapa,
-Senyum,
-Sopan dan
-Santun

Tujuan Sekolah :
a. Dapat mencerdaskan peserta didik sehingga menjadikan sekolah yang berprestasi.
b. Dapat meraih prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.
c. Meraih nilai ujian yang baik sehingga dapat meluluskan peserta didi dan melanjutkan ke sekolah favorit.
d. Menjadikan sekolah sebagai sekolah pelopor yang berwawasan moral.
e. Dapat mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Share:

Kamis, 08 November 2018

Dewan Guru SDN BENCE 03







    Share:

    Rabu, 07 November 2018

    Penilaian Kinerja Kepala Sekolah 2018

    PKKS Tahun 2018 silahkan unduh disini
    Share:

    Yang Pernah Ngintip disini

    Sample Text

    We Want Freedom
    But We Know Our Duty

    Recent Posts

    Unordered List

    • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
    • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
    • Vestibulum auctor dapibus neque.

    Pages

    Theme Support

    Pendidikan